Rhezvolution Corner

ANTENATAL CARE

Posted on: January 5, 2009

ANTENATAL CARE

Definisi
Antenatal Care/ Asuhan antenatal adalah suatu program yang terencana berupa observasi, edukasi dan penanganan medik pada ibu hamil, untuk memperoleh suatu proses kehamilan dan persalinan yang aman dan memuaskan (pada beberapa kepustakaan disebut sebagai Prenatal Care).

Pelayanan antenatal
Pelayanan antenatal adalah pelayanan kesehatan oleh tenaga profesional (dokter spesialis kebidanan, dokter umum, bidan, pembantu bidan dan perawat bidan) untuk ibu selama masa kehamilannya, sesuai dengan standard minimal pelayanan antenatal yang meliputi 5T yaitu timbang berat badan, ukur tinggi badan, ukur tekanan darah, pemberian imunisasi TT, ukur tinggi fundus uteri dan pemberian tablet besi minimal 90 tablet selama masa kehamilan.

Asuhan antenatal HARUS dimulai sedini mungkin.

Perencanaan
Jadwal pemeriksaan (usia kehamilan dari hari pertama haid terakhir) :
– sampai 28 minggu : 4 minggu sekali
– 28 – 36 minggu
: 2 minggu sekali
– di atas 36 minggu : 1 minggu sekali
KECUALI jika ditemukan kelainan / faktor risiko yang memerlukan penatalaksanaan medik lain, pemeriksaan harus lebih sering dan intensif.

Kunjungan pertama

Mayoritas wanita mendapatkan pemeriksaan pra-kehamilan mereka yang pertama dan terlama pada usia kehamilan sekitar 8 hingga 12 minggu. Semakin awal melakukan pemeriksaan, semakin baik. Ibu harus meluangkan banyak waktu untuk berkonsultasi dengan dokter atau bidan, bahkan ibu mungkin akan ditawari untuk menjalani pemeriksaan ultrasonografi (USG) oleh dokter.

Pertanyaan yang harus diajukan pada ibu
ibu harus ditanyai banyak hal mengenai kesehatan dan sejarah keluarga ibu, seperti:

  • Penyakit yang ibu derita (sebagai contoh, apakah ibu sedang menjalani pengobatan terhadap penyakit kronis seperti diabetes atau hipertensi)

  • Operasi yang pernah ibu jalani

  • Apakah pernah terjadi komplikasi dalam kehamilan sebelumnya seperti keguguran, kelahiran prematur, atau pre-eklampsia?

  • Jika ibu pernah melahirkan bayi abnormal, sebagai contoh spina bifida ?

  • Apakah ada riwayat keluarga mengenai penyakit keturunan seperti talasemia atau fibrosis kistik?

  • Apakah ada yang kembar dalam keluarga ibu.

  • Etnis ibu, karena beberapa kondisi turunan tertentu yang memerlukan perhatian pada masa-masa awal kehamilan umum ditemui pada beberapa kelompok etnis tertentu.

Bidan atau dokter ingin mengetahui tanggal hari pertama dari menstruasi terakhir ibu, untuk memperkirakan kapan kira-kira sang bayi akan dilahirkan. Ibu sendiri mungkin ingin mengajukan banyak pertanyaan. Ini merupakan kesempatan yang tepat, dan akan lebih bagus bila ibu menuliskan lebih dahulu apa yang ingin ibu tanyakan.

Pemeriksaan
Selama kunjungan, periksalah:

  • Berat badan ibu. Mayoritas wanita bertambah berat badannya sebesar 10-12,5 kg selama kehamilan, kebanyakan terjadi setelah minggu ke-20.

  • Tinggi badan ibu. Karena tinggi badan merupakan gambaran kasar mengenai ukuran luas panggul.

  • Pemeriksaan fisik menyeluruh –jantung dan paru-paru untuk memastikan bahwa secara umum ibu berada dalam keadaan sehat.

  • Air seni – mintalah ibu menyerahkan contoh air seninya setiap kali mengadakan kunjungan. Contoh air seni ini akan digunakan untuk mencek beberapa hal termasuk :

    1. Gula – sebagian wanita menderita sejenis diabetes selama masa kehamilan yang dikenal sebagai ‘diabetes gestasional’ yang biasanya dapat dikontrol lewat perubahan diet dan, kemungkinan, insulin. Kondisi ini biasanya hilang begitu sang bayi lahir;

    2. Protein, atau ‘albumin’ dalam air seni ibu dapat menunjukkan apakah ada infeksi yang memerlukan perawatan. Kadar protein juga dapat menjadi pertibu hipertensi (tekanan darah tinggi) akibat kehamilan.

  • Tekanan darah – ukurlah tekanan darah ibu setiap kali kunjungan. Kenaikan tekanan darah pada akhir-akhir masa kehamilan dapat menjadi pertibu pre-eklampsia.

Tes darah
tawari ibu untuk melakukan pemeriksaan darah untuk memeriksa :

  • Golongan darahnya

  • Apakah darahnya mempunyai rhesus negatif atau positif – sebagian kecil ibu memiliki rhesus negatif. Sebagian ibu yang rhesus negatif akan memerlukan suntikan setelah kelahiran bayi pertama mereka untuk melindungi bayi berikutnya dari anemia.

  • Apakah ibu penderita anemia – jika ibu penderita anemia, ibu diberikan tablet besi dan asam folat.

  • Daya tahan tubuh ibu terhadap rubela (campak Jerman) – jika ibu mendapat rubela di awal-awal masa kehamilan, penyakit ini dapat menyebabkan konsekuensi serius bagi bayi dalam kandungan ibu.

  • Sifilis – deteksi dan perawatan sedini mungkin bagi wanita penderita penyakit yang ditularkan lewat hubungan seks ini merupakan sesuatu yang vital.

  • Hepatitis B – ini merupakan virus yang menyebabkan penyakit hati dan dapat menular pada bayi. Sang bayi dapat diimunisasi pada saat lahir untuk mencegah penularan.

Tes Khusus
Sejumlah tes harus dilakukan pada kunjungan pertama ibu. Bicarakan alasan tes tersebut dengan ibu sehingga ibu dapat menentukan pilihan apakah harus melakukan tes tersebut atau tidak berdasarkan informasi lengkap. T
erangkanlah hasil tes tersebut jika ibu memutuskan untuk menjalaninya.

  • Tes darah HIV – HIV merupakan virus yang menyebabkan AIDS. Jika ibu berpendapat bahwa ibu berada dalam risiko mendapat HIV, berilah kesempatan pada ibu untuk membahas tes HIV dan konseling. Jika ibu positif mengidap HIV, ibu bisa berkonsultasi dengan organisasi yang berhubungan dengan wanita dan HIV serta AIDS.

  • Penyakit anemia sel sabit dan talasemia – penyakit sel sabit merupakan sebuah kondisi darah yang terutama menyerang orang-orang Afrika dan India Barat serta, lebih jarang, orang-orang India, Timur Tengah, dan Mediterania. Talasemia, sebuah kondisi darah lainnya, terutama menyerang orang-orang Mediterania dan Asia.

  • Pemeriksaan dalam – kadang-kadang, dokter menganggap perlu untuk melakukan pemeriksaan dalam.

  • Apusan mulut rahim – ibu ditawari sebuah tes apusan mulut rahim sekarang jika ibu belum pernah melakukannya dalam tiga tahun terakhir. Tes ini mendeteksi perubahan awal pada bagian mulut rahim yang bisa menjadi kanker di kemudian hari jika tidak dirawat.

  • Herpes – jika ibu, atau pasangan ibu, pernah menderita herpes pada organ reproduksi, atau ibu mendapat serangan pertama selama masa kehamilan. Hal ini penting karena herpes dapat berbahaya bagi bayi yang baru dilahirkan yang mungkin memerlukan perawatan khusus

Kunjungan berikutnya
Setelah kunjungan pra-kelahiran pertama ibu, pengecekan biasanya dilakukan setiap 4 minggu selama 28 minggu, tiap 2 minggu selama 36 minggu, dan setiap minggu hingga sang bayi lahir. Air seni dan tekanan darah ibu, dan seringkali berat ibu, akan dicek. Perut ibu akan diraba untuk mencek posisi serta pertumbuhan bayi. Dan dokter atau bidan ibu akan mendengarkan detak jantung janin ibu.

EDUKASI UNTUK PERAWATAN SEHARI-HARI

Aktifitas Fisik

  • Dapat seperti biasa (tingkat aktifitas ringan sampai sedang), istirahat minimal 15 menit tiap 2 jam.

  • Jika duduk/berbaring dianjurkan kaki agak ditinggikan.

  • Jika tingkat aktifitas berat, dianjurkan untuk dikurangi. Istirahat harus cukup.

  • Olahraga dapat ringan sampai sedang, dipertahankan jangan sampai denyut nadi melebihi 140 kali per menit.

  • Jika ada gangguan / keluhan yang mencurigakan dapat membahayakan (misalnya, perdarahan per vaginam), aktifitas fisik harus dihentikan.

Pekerjaan

  • Hindari pekerjaan yang membahayakan atau terlalu berat atau berhubungan dengan radiasi / bahan kimia, terutama pada usia kehamilan muda.

Imunisasi
Terutama tetanus toksoid. Imunisasi lain sesuai indikasi.


Mandi dan cara berpakaian

  • Mandi cukup seperti biasa.

  • Pemakaian sabun khusus / antiseptik vagina tidak dianjurkan karena justru dapat mengganggu flora normal vagina.

  • Aplikasi sabun vaginal dengan alat semprot dapat menyebabkan emboli udara atau emboli cairan yang dapat berbahaya.

  • Berpakaian sebaiknya yang memungkinkan pergerakan, pernapasan dan perspirasi yang leluasa.

Sanggama / coitus

  • Dapat seperti biasa, kecuali jika terjadi perdarahan atau keluar cairan dari kemaluan, harus dihentikan (abstinentia).

  • Jika ada riwayat abortus sebelumnya, coitus ditunda sampai usia kehamilan di atas 16 minggu, di mana diharapkan plasenta sudah terbentuk, dengan implantasi dan fungsi yang baik.

  • Beberapa kepustakaan menganjurkan agar coitus mulai dihentikan pada 3-4 minggu terakhir menjelang perkiraan tanggal persalinan. Hindari trauma berlebihan pada daerah serviks / uterus.

  • Pada beberapa keadaan seperti kontraksi / tanda-tanda persalinan awal, keluar cairan pervaginam, keputihan, ketuban pecah, perdarahan pervaginam, abortus iminens atau abortus habitualis, kehamilan kembar, penyakit menular seksual, sebaiknya coitus jangan dilakukan.

Perawatan mammae dan abdomen

  • Jika terjadi papila retraksi, dibiasakan papillla ditarik manual dengan pelan. Striae / hiperpigmentasi dapat terjadi, tidak perlu dikuatirkan berlebihan.

Hewan piaraan

  • Hewan piaraan dapat menjadi carrier infeksi (misalnya, bulu kucing / burung, dapat mengandung parasit toxoplasma). Dianjurkan menghindari kontak.

Gizi / nutrisi

  • Makanan sehari-hari dianjurkan yang memenuhi standar kecukupan gizi untuk ibu hamil

  • Untuk pencegahan anemia defisiensi, diberi tambahan vitamin dan tablet Fe

REFERENSI

Anonim. http://situs.kesrepro.info/kia/mei/2002/kia01.htm (28 Oktober 2008)

Anonim. http://harnawatiaj.wordpress.com/2008/04/03/pemeriksaan-obstetri-dan-asuhan-antenatal/ (28 Oktober 2008)

Bagian Obstetri dan Ginekologi. Obstetri Fisiologi. Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung

Wiknjosastro H. Ilmu Kebidanan, Edisi Ketiga. 1997. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono

About these ads

1 Response to "ANTENATAL CARE"

maaf…tulisan kecil banget…
tapi cukup memberikan info tambahan…
terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

January 2009
M T W T F S S
« Jun   Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: