Rhezvolution Corner

Posted on: January 5, 2009

insidensi kanker serviks

insidensi kanker serviks

KANKER SERVIKS

Kanker serviks adalah kanker primer serviks (kanalis servikalis dan/ atau porsio). Kanker pada kehamilan merupakan hal yang jarang dan kanker serviks merupakan keganasan yang paling sering pada kehamilan. Insidensi kanker serviks adalah 1,2 kasus per 10.000 kehamilan pada saat kehamilan saja dan 4,5 kasus per 10.000 kehamilan hingga 12 bulan pascapersalinan.

Setiap tahunnya sekitar 500.000 perempuan didiagnosa menderita kanker serviks dan hampir 300.000 meninggal dunia. Secara total 2,2 juta perempuan di dunia menderita kanker serviks. Kanker serviks cenderung muncul pada perempuan berusia 35-55 tahun, namun dapat pula muncul pada perempuan dengan usia yang lebih muda. Di Indonesia, diperkirakan setiap harinya terjadi 41 kasus baru kanker serviks dan 20 perempuan meninggal dunia karena penyakit tersebut.

ETIOLOGI

Sebab langsung dari kanker serviks belum diketahui. Ada bukti kuat kejadiannya mempunyai hubungan erat dengan sejumlah faktor ekstrinsik, di antaranya yang penting adalah jarang ditemukan pada perawan (virgo), insidensi lebih tinggi pada mereka yang kawin daripada yang tidak kawin, terutama pada gadis yang koitus pertama (coitarche) dialami pada usia amat muda (<16 th), insidensi meningkat dengan tingginya peritas, apalagi bila jarak persalinan terlampau dekat, mereka dari golongan sosial ekonomi rendah, higiene seksual yang jelek, aktivitas seksual yang sering berganti-ganti pasangan (promiskuitas), jarang dijumpai pada masyarakat yang suaminya disunat (sirkumsisi), sering ditemukan pada perempuan yang mengalami infeksi virus HPV tipe 16 atau 18, dan akhirnya kebiasaan merokok.

Setelah terjadi infeksi HPV pertama, perkembangan ke arah kanker serviks bergantung dari jenis HPV-nya. HPV tipe resiko rendah atau tinggi dapat menyebabkan kelainan yang disebut lesi pra kanker. Tipe HPV beresiko rendah (tipe 6 dan 11) hampir tidak beresiko menjadi kanker serviks, tapi dapat menimbulkan genital warts.

Walaupun sebagian besar infeksi HPV akan sembuh dengan sendirinya dalam 1-2 tahun karena adanya sistem kekebalan tubuh alami, infeksi menetap yang disebabkan oleh tipe-tipe HPV yang beresiko tinggi seperti tipe 16 atau 18 akan mengarah pada kanker serviks. Kanker serviks mulai berkembang ketika sel-sel abnormal pada dinding serviks mulai memperbanyak diri tanpa terkontrol dan membentuk sebuah benjolan yang disebut tumor.

ks2

Walaupun kanker serviks umumnya diderita oleh perempuan dalam umur lanjut, kadang-kadang dijumpai pula pada perempuan yang lebih muda. Biasanya penderita tidak menjadi hamil; jika ditemukan, umumnya pada multigravida yang pernah melahirkan 4 kali atau lebih.

Kanker serviks memberi pengaruh tidak baik dalam kehamilan, persalinan, dan nifas. Selain kemandulan, sering pula terjadi pada abortus akibat infeksi, perdarahan, dan hambatan dalam pertumbuhan janin karena neoplasma tersebut. Kematian janin dapat pula terjadi.

Karena serviks kaku oleh jaringan kanker, persalinan kala satu mengalami hambatan. Ada kalanya tumornya lunak dan hanya terbatas pada sebagian serviks, sehingga pembukaan dapat menjadi lengkap dan anak lahir spontan. Selain itu, dapat pula teradi ketuban pecah dini dan inersia uteri. Dalam masa nifas sering terjadi infeksi. Dahulu disangka bahwa kehamilan menyebabkan tumor bertumbuh lebih cepat dan menyebabkan prognosis menjadi lebih buruk. Akan tetapi, ternyata bahwa kehamilan sendiri tidak mempengaruhi kanker serviks.

stage CIN

stage CIN

sebagian besar tumor serviks adalah karsinoma sel skuamosa. Karsinoma serviks didahului oleh stadium prainvasif yang disebut neoplasia intraepitel serviks (cervical intraepithelial neoplasia/ CIN).

  • CIN I: epitel memperlihatkan lapisan-lapisan yang sedikit mengalami disorganisasi yang terbatas di lapisan basal dan suprabasal

  • CIN II: epitel memperlihatkan disorganisasi yang hampir menyeluruh, tetapi lapisan paling atas masih memperlihatkan pematangan. Sel-sel skuamosa permukaan menggepeng

  • CIN III: atau karsinoma in situ. Epitel memperlihatkan hilangnya arsitektur normal secara total. Sel-sel atipik ditemukan di semua lapisan epitel dan tidak terdapat tanda-tanda pematangan di lapisan superfisial.

Tumor yang sudah lanjut mudah dikenal. Lain halnya dengan tumor stadium dini, lebih-lebih tumor yang belum memasuki jaringan di bawah epitel (preinvasive carcinoma/ karsinoma in situ). Oleh karena itu, di beberapa negara pemeriksaan sitologi vaginal merupakan pemeriksaan rutin pada setiap perempuan hamil, yang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan biopsi apabila diperoleh hasil yang mencurigakan. Diagnosis karsinoma in situ dalam kehamilan sangat sulit karena dalam kehamilan dapat terjadi perubahan-perubahan pada epitel serviks, yang secara mikroskopis hampir tidak dapat dibedakan dari tumor tersebut. Untuk membuat diagnosis yang pasti perlu dilakukan pemeriksaan yang teliti berulang kali, bahkan kadang-kadang kepastian baru diperoleh setelah bayi lahir. Perubahan-perubahan yang disebabkan oleh pengaruh estrogen dalam kehamilan sifatnya reversibel, sedang karsinoma in situ ada setelah bayi lahir. Apabila terdeteksi pada pemeriksaan prenatal, maka diagnosisnya lebih dini.

Diagnosis definitif ditegakkan berdasarkan:

1. biopsi punch dari lesi yang luas

ks4

Biopsi kerucut (cone)

ks51

Pap Smear

ks6

Tes ini merupakan penapisan untuk mendeteksi infeksi HPV dan prakanker serviks. Ketepatan diagnosis sitologinya + 90% pada displasia keras (karsinoma in situ) dan 76% pada displasia ringan/ sedang. Didapatkan hasil negatif palsu 5-50%, sebagian besar disebabkan pengambilan sediaan yang tidak adekuat.

STADIUM dan PENATALAKSANAAN

Dinilai berdasarkan kategori FIGO (2000) berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan pencitraan. Pada kehamilan, penentuan diagnosis lebih rumit karena adanya keterbatasan pemeriksaan pencitraan yang dapat dilakukan (MRI). Evaluasi klinik pada saat hamil kurang akurat untuk menentukan diagnosis kanker serviks.

Tingkat

Kriteria

Penatalaksanaan

0

Karsinoma in situ/ karsinoma intraepitel

Biopsi kerucut, histerektomi* transvaginal

I

Tumor terbatas pada serviks (atau uterus)

Ia

Karsinoma serviks preklinik, hanya dapat didiagnosis secara mikroskopik, lesi tidak lebih dari 3 mm, atau secara mikroskopik kedalamannya > 3-5 mm dari epitel basal dan memanjang tidak lebih dari 7 mm

Ib

Lesi invasif > 5 mm, dibagi atas lesi < 4 cm dan > 4 cm

Histerektomi radikal dengan limfadenektomi panggul

II

Tumor di luar serviks/ uterus, tapi tidak lewat sepertiga proksimal vagina

IIa

Penyebaran hanya ke vagina

IIb

Penyebaran ke parametrium uni/bilateral, tapi belum sampai dinding panggul

Histerektomi transvaginal

III

Tumor masuk vagina distal dan dinding panggul

IIIa

Penyebaran ke vagina distal, tapi tidak ke dinding panggul

IIIb

Penyebaran ke dinding panggul, sudah ada gangguan faal ginjal

IVa

Tumor menyebar ke organ sekitar (rektum, vesika urinaria)

Radioterapi, radiasi paliatif, kemoterapi

IVb

Metastasis jauh

*histerektomi, hystera = uterus

Saat ini kanker serviks dapat dicegah dengan pemberian vaksin HPV yang dapat membantu memberikan perlindungan terhadap beberapa tipe HPV yang dapat menyebabkan masalah dan komplikasi dari kanker serviks dan genital warts.

REFERENSI

American Cancer Society. Cervical Cancer Detailed Guidelines. www.cancer.org (11 November 2008)

Anonim. FIGO Staging System. http://medical-dictionary.thefreedictionary.com/FIGO+staging+system. (11 November 2008)

Damjanov, Ivan. Buku Teks dan Atlas Histopatologi. 2003. Jakarta: Widya Medika

Sjamsuhidajat, R., Wim de Jong. Buku Ajar Ilmu Bedah. 2005. Jakarta: EGC

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

January 2009
M T W T F S S
« Jun   Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Categories

%d bloggers like this: